Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

SAKRAMEN BABTIS


SAKRAMEN BAPTIS

Sakramen baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik. Sakramen baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik.
Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu.
Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik:
Sakramen Baptis
Sakramen Ekaristi
Sakramen Krisma

3 Tahap Inisiasi Katolik
1) Masa pra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen
Masa pemurnian motivasi calon, dituntut pertobatan dan iman
2) Masa Katekumen menjadi Calon Baptis
Masa perkembangan iman calon baptis, merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman
3) Masa Calon Baptis menjadi Baptisan baru
Masa persiapan baptisan dan penerimaan menjadi angota Gereja Katolik

Sesudah dibaptis, para baptisan baru menerima/mengalami masa pembinaaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi.
Untuk dibaptis, seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus.
Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sakramen baptis sesorang dilahirkan kembali dalam air dan Roh.
Lilin bernyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus.

Materi dan Forma Sakramen Baptis
Materi: Air
Forma:
Aku membaptis kamu dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

Buah Atau Rahmat Sakramen Baptis:
1. mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
2. menjadi
ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah.
3. memperoleh rahmat pengudusan yang;
Ø membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya.
Ø Membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus.
Ø Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan
4. digabungkan menjadi anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
5. dimeteraikan secara kekal dalam sebuah meterai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.

Macam-Macam Baptisan:
- Baptisan bayi : baptisan yang diterima saat masih bayi
- Baptisan dewasa: baptisan yang diterima saat sudah dewasa
- Baptisan rindu: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik,     menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima baptisan rindu
-Baptisan darah: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.

Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan kita
Kitab Suci pernah menceritakan bahwa Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes pembabptis.
Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama.
Baptisan kita adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Yesus tidak membutuhkan pertobatan, karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (sama dalam segala hal dengan manusia kecuali dalam hal dosa).

Jumat, 28 Oktober 2011

FINAL (KONSULTOR KAS) ARAH DASAR UMAT ALLAH
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG 2011 - 2015

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus, dalam bimbingan Roh Kudus, berupaya menghadirkan Kerajaan Allah sehingga semakin signifikan dan relevan bagi warganya dan masyarakat.
Dalam masyarakat Indonesia yang sedang berjuang menuju tatanan hidup baru yang adil, damai, sejahtera, dan demokratis, umat Allah berperan secara aktif mengembangkan habitus baru berdasarkan semangat Injil dengan beriman mendalam dan tangguh, serta ambil bagian mewujudkan kesejahteraan umum.
Langkah pastoral yang ditempuh adalah pengembangan umat Allah, terutama optimalisasi peran kaum awam, secara berkesinambungan dan terpadu dalam mewujudkan iman di tengah masyarakat; pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel; serta pelestarian keutuhan ciptaan. Langkah tersebut didukung oleh tata penggembalaan yang sinergis, mencerdaskan dan memberdayakan umat beriman, serta memberikan peran pada berbagai karisma yang hidup dalam diri pribadi maupun kelompok.
Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja.
Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6)

Sabtu, 22 Oktober 2011

KONGGRES EKARISTI II KAS


KONGGRES EKARISTI II KAS

Pada tanggal 27- 29 Juni 2008, Keuskupan Agung Semarang telah mengadakan Kongres Ekaristi Keuskupan I, dengan tema "Ekaristi: Berbagi Lima Roti dan Dua Ikan". Pada tanggal 22 - 24 Juni 2012, Keuskupan Agung Semarang akan mengadakan Kongres Ekaristi Keuskupan II. Dalam Kongres Ekaristi Keuskupan II ini, semangat "berbagi" dari Kongres Ekaristi Keuskupan I tetap diteruskan sekaligus diperdalam melalui kesadaran bahwa dasar dari semangat "berbagi" adalah "Tinggal dalam Kristus". Sebab, hanya dengan tinggal dalam Kristus itulah kita dapat menghasilkan buah kemudian berbagi kepada sesama (bdk. Yoh 15:1-17).

Semangat dasar untuk tinggal dalam Kristus dan meng­hasilkan buah ini juga diinspirasi oleh Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang 2011-2015 yang bercita-cita agar Gereja Keuskupan Agung Semarang semakin signifikan dan relevan baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Relevansi dan siginifikansi Gereja hanya mungkin terjadi kalau Gereja sungguh-sungguh menyatu denngan Kristus sang Kepala dan mengakar pada situasi setempat